Selasa, 18 Juni 2013

Membangun Loyalitas Organisasi

 

Membangun Loyalitas Organisasi
Loyalitas berarti kepatuhan, kesetiaan, pengorbanan, komitmen. Loyalitas, sebuah kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilaksanakan. Masalah loyalitas ini banyak dijumpai pada orang-orang yang berada di organisasi. Saat baru pertama masuk organisasi semangatnya begitu menggebu, seperti ada mood booster yang tiada batasnya. Namun ketika ditengah jalan, godaan pun muncul dan mood booster pun hilang. Disinilah godaan yang sesungguhnya, antara terus konsisten atau menghilang.
Saat ditengah perjalanan seleksi alam ternyata bukan hanya mitos, tapi itu nyata. Yang kuat bertahan, dan yang lemah menghilang. Akhirnya hanya orang-orang yang berniat saja yang pada akhirnya memilih untuk bertahan. Sebuah organisasi sebenarnya tidak membutuhkan orang yang banyak, tetapi membutuhkan orang yang berniat dan loyalitas tinggi. Tidak banyak orang di organisasi yang mau berpikir, karena berpikir itu melelahkan. Seperti apa yang dikatakan oleh Henry Fond “Berpikir itu melelahkan, makanya hanya sedikit orang yang mau menggunakan otaknya”.
Didalam organisasi sebuah tindakan juga sangat dibutuhkan selain berpikir. Terkadang melakukan sebuah tindakan lebih baik dibanding dengan membuat konsep yang baik. Entah tindakan itu berhasil atau gagal, yang penting kita sudah berusaha.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai loyalitas dalam organisasi. Seorang tidak akan loyalitas apabila, ia mulai terasingkan, kegiatan organisasi yang tak ada perubahan, keadaan yang kurang baik, kurangnya semangat berorganisasi, kurangnya komitmen awal masuk, dan lain sebagainya.
Seorang yang mempunyai loyalitas tinggi akan selalu berada disisi organisasinya, bagaimanapun keadaan organisasi tersebut, entah itu tertimpa berbagai masalah, stabil bahkan mengalami kemunduran. Disinilah loyalitas sebuah aktivis teruji.

Sumber: Toto Si Mandja

Tidak ada komentar:
Write komentar